Hayyooo mbak mbak,,kakak kakak,,ibu ibu,,adek adek,,gabung hyuuukk di dbc-network,,kalo tiap hari kita bisa internetan, knapa nggak kita manfaatin juga buat berbisnis secara online. Bisnis yang menghasilkan, menambah pertemanan, kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi seperti biasa, trussss makin hari makin tambah cantik :)hmm..siapa yang nggak mau yaaa ?!
Semuanya bisa ikut..yang kerja kantoran, yang ibu rumah tangga, yang masih kuliah, yang wiraswasta,,smuaaaa punya kesempatan yg sama buat ikutan.
Jadi wanita cantik dan sukses adalah pilihan cerdas,,jadi tunggu apa lagi ? gabung yuukk di cerdascantiksukses dbc-network :)sama aku dan banyak wanita-wanita cerdas cantik dan sukses lainnya...
Kalo produk oriflame mungkin udah banyak yang tahu yaaaa...tappiiiiii kejutan kejutan yang menakjubkan dibalik oriflame pasti banyak yang belum tahuuuu...hayyoooo gabung biar kita sama-sama bisa mendapatkan kejutan-kejutan menakjubkan itu :)
Tadinya, aku juga nggak begitu tertarik, kayaknya nggak beda-beda jauh dengan mlm..tapiii setelah aku berinteraksi dengan mbak-mbak cerdas cantik sukses dbc-network, hup Laaaa,,pikiranku langsung terbuka ! Yup, simple aja yang terbersit di otakku waktu itu, setiap bulan aku pasti selalu belanja bulanan kayak odol,sabun,peralatan anak,dll..nah, kalo aku belanja di swalayan kan gak dapat apa-apa tuh, maka kalo dialihkan k oriflame maka kebutuhan bulanan tetap terpenuhi pluussss bisa berbisnis..hmm..aku bilang ini pilihan Cerdas !
Selain kebutuhan bulanan terpenuhi, kita juga bisa makin cantik dengan produk-produk yang sudah terpercaya di seluruh dunia dan selalu up date, jadi kita nggak akan ketinggalan jaman. Bagaimanapun wanita harus selalu tampil cantik kaaann :)
Nah, sudah cerdas, cantik, punya bisnis yang oke lagi..apa nggak dibilang sukses tuh ! assiiiikkk kaaaannnn ?! bisa bantu-bantu suami tercinta, bisa nyenengin diri sendiri..kereeeeennn :)
Dengan teamwork yang solid, dijamin kita nggak akan sendiri dalam menjalankan bisnis ini.
Jadi tunggu apa lagi ? yuukkk kita cerdascantiksukses sama-sama di dbc-network :D
Caranya Fieeennnnn ????
Gampaaaaanggg...klik aja banner disamping entri ini..ntar langsung bisa daftar deh,,kalo nggak hubungin aku aja di fesbuk, ym, ato bbm okkaaaayyyyy :D
Selasa, 29 Maret 2011
Thanks To Allah SWT
Alhamdulillah di tahun 2011 ini banyak sekali rejeki yang Tuhan berikan untuk aku. Rejeki terbesar pertama adalah kehamilan keduaku yang teramat dinanti-nanti. Rejeki berikutnya yang menakjubkan adalah ternyata hasil USG, aku bakal dapat momongan cowooookk yang bakal menyempurnakan hidupku setelah anak pertama cewek :) hmm..selanjutnya rejeki berupa terbangunnya sebuah rumah yang kami dapatkan dari hasil jerih keringat aku dan suamiku..neeexxxttt rejeki lainnya bakal dapat kenaikan gaji pns 15 persen *cihuyyy*, truuussss bisa berkesempatan bergabung dengan mba nisa,mb dian,mb vita menjalankan bisnis dbc network *assiikk nambah pengalaman&sahabat baru yg menginspirasi* Big Thax to Allah yang sudah begitu baiiiikk memberiku banyak rejeki di awal tahun ini. Alhamdulillaaaaaahhh :)
Oyaaaa..di tahun 2011 ini juga diawali dengan kemenanganku&putriku Keisha jadi juara I Lomba menulis cerita Bebelac *yippiieeeee*
Kesabaran itu akan membuahkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan. Susah senang hanya sebagian dari proses yang ada. Namun keiklasan, kesabaran, dan ketegaran dalam menjalaninya adalah hal terpenting yang harus dinomorsatukan.
Bahagiaku dengan rejeki-rejeki itu semua, tapi dibalik semua itu ada setangkup pelajaran-pelajaran berharga tentang hidup yang harus aku pelajari, mau tidak mau, suka tidak suka.
Agaiiiiinnn,,,susah senang yang penting bagaimana kita memaknai itu semua. Dan pelajaran berharga itu tak akan kita dapatkan kalau kita tidak pernah mau mencoba !
Ni dia calon rumah aku dan keluarga kecilku. Bukan kemewahan yang menjadi ukuran kebahagiaan kami, tapi bagaimana usaha keras kami untuk mewujudkan itu semua adalah kebahagiaan yang tak terbayarkan oleh apapun..
Oyaaaa..di tahun 2011 ini juga diawali dengan kemenanganku&putriku Keisha jadi juara I Lomba menulis cerita Bebelac *yippiieeeee*
Kesabaran itu akan membuahkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan. Susah senang hanya sebagian dari proses yang ada. Namun keiklasan, kesabaran, dan ketegaran dalam menjalaninya adalah hal terpenting yang harus dinomorsatukan.
Bahagiaku dengan rejeki-rejeki itu semua, tapi dibalik semua itu ada setangkup pelajaran-pelajaran berharga tentang hidup yang harus aku pelajari, mau tidak mau, suka tidak suka.
Agaiiiiinnn,,,susah senang yang penting bagaimana kita memaknai itu semua. Dan pelajaran berharga itu tak akan kita dapatkan kalau kita tidak pernah mau mencoba !
Ni dia calon rumah aku dan keluarga kecilku. Bukan kemewahan yang menjadi ukuran kebahagiaan kami, tapi bagaimana usaha keras kami untuk mewujudkan itu semua adalah kebahagiaan yang tak terbayarkan oleh apapun..
Sabtu, 26 Maret 2011
Juara I Lomba Cerita Bebelac
Bahagiaaaaa banget saat tahu kami dapat juara I Lomba Cerita Bebelac. Apalagi pesertanya dari seluruh Indonesia, nggak kebayang cerita sederhana yang kami buat bisa terpilih jadi juara I.
Hadiah bukan hal yang utama bagi kami, sebab yang terpenting adalah apresiasi juri terhadap tulisan kami.
Aku bangga dengan anakku mba Keisha yang mampu menjadi inspirasi dalam tulisanku itu. Bagiku, tanpa ada mba Keisha tentu takkan ada kesempatan untuk menulis cerita itu.
Thanks ya honey….
Selebihnya aku senang bisa membuat bangga suamiku, keluarga besarku…rasanya nggak ada yang lebih berarti ketika kita bisa membuat orang-orang yang kita sayangi bangga.
Yang membuat aku lebih bahagia lagi bahwa ini tuh sudah jadi harapan aku di tahun 2011. Dan alhamdulillah terwujud. Yaitu menjadi Juara lomba menulis.
Ada lagi obsesi aku, yaitu membuat single book. Mohon doanya saja, semoga itu juga dapat terwujud…amiiiiinnnn
Ket. Info pengumumannya di Nakita edisi 10-16 Januari 2011
Hadiah bukan hal yang utama bagi kami, sebab yang terpenting adalah apresiasi juri terhadap tulisan kami.
Aku bangga dengan anakku mba Keisha yang mampu menjadi inspirasi dalam tulisanku itu. Bagiku, tanpa ada mba Keisha tentu takkan ada kesempatan untuk menulis cerita itu.
Thanks ya honey….
Selebihnya aku senang bisa membuat bangga suamiku, keluarga besarku…rasanya nggak ada yang lebih berarti ketika kita bisa membuat orang-orang yang kita sayangi bangga.
Yang membuat aku lebih bahagia lagi bahwa ini tuh sudah jadi harapan aku di tahun 2011. Dan alhamdulillah terwujud. Yaitu menjadi Juara lomba menulis.
Ada lagi obsesi aku, yaitu membuat single book. Mohon doanya saja, semoga itu juga dapat terwujud…amiiiiinnnn
Ket. Info pengumumannya di Nakita edisi 10-16 Januari 2011
Sabtu, 19 Maret 2011
Harapan Seorang Bunda Fien,,,
Setiap orangtua menginginkan anaknya menjadi yang terbaik. Menjadi apa yg diharapkan orangtua. Identik dengan pintar di sekolah, selalu juara di ajang perlombaan, atau pandai bergaul dengan sesamanya.
Dulu aku juga berkeinginan seperti itu. Bangga rasanya jika punya anak yang pintar, berprestasi. Tapi kebanggaan itu memudar saat kulihat begitu banyak anak-anak jalanan yang begitu kuat dengan kerasnya kehidupan di jalanan. Ketangguhan itu yang membuatku berpikir bahwa sebenarnya itulah yang harus dimiliki setiap anak, terutama anakku.
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Akan jadi apakah anak-anak kita. Tentu harapan dan doa kita menginginkan anak-anak kita menjadi manusia yang sukses dan berhasil. Tapi apakah itu sudah menjadi jaminan bahwa kelak mereka akan seperti apa yang kita selalu harapkan dan doakan ???
Karena itulah aku berpikir bahwa yang anak-anakku butuhkan adalah jiwa yang kuat. Kuat dalam menghadapi segala kondisi dan kenyataan hidup yang kelak mereka terima. Aku ingin mereka selalu tegar dalam segala kondisi, susah maupun senang, berhasil maupun gagal. Maka kupersiapkan itu semua sejak sekarang.
Mental yang kuat akan mengantarkan kebahagiaan dari segala arah. Mental yang kuat juga menjadikan seseorang selalu menjadi manusia yang bersyukur dengan keadaannya, apapun itu, menjauhkan dari rasa berputus asa. Sehingga kebahagiaan itu tetap ada walaupun kesusahan dan kegagalan harus dialami.
Mental yang kuat tercermin dari sikap mandiri. Mandiri itu bisa diciptakan melalui kebiasaan yang diajarkan terus menerus sejak dini. Mengajarkan kemandirian pada anak tentu berbeda-beda antara orangtua. Namun aku yakin tidak ada satu pun orangtua yang menjerumuskan anak-anaknya ke keburukan. Jadi tidak masalah, dengan cara apapun harus ditempuh untuk menciptakan anak yang berkepribadian mandiri.
Seperti halnya anak-anak jalanan. Aku yakin, orangtua mereka pun juga selalu mendoakan yang terbaik untuk mereka. Tetapi ketika kenyataan berkata lain dan tak seindah yang diharapkan, apakah lantas harus disikapi dengan penyesalan dan kekecewaan bertubi-tubi ? yang pada akhirnya menjerumuskan diri pada rasa putus asa ?! tentu tidak demikian...dan ketegaran yang dimiliki anak-anak jalanan itu menjadi pencerahan bagiku, bahwa menciptakan pribadi yang kuat dan tangguh pada diri anakku adalah mutlak harus aku jadikan akar bagi kehidupan anak-anakku kelak.
Buatku prestasi di sekolah maupun dimanapun tak lebih dari hadiah talenta yang Tuhan berikan untuk anak-anak kita. Harus kita syukuri tentunya.
Namun yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan anak agar mereka siap dalam menghadapi segala kemungkinan yang harus dihadapi. Manis pahit akan terjadi. Dan anak-anak yang mandiri dan memiliki mental kuat dan tangguh yang akan siap dengan kemungkinan-kemungkinan itu semua. Jika berhasil mereka akan memanfaatkan keberhasilan itu untuk hal yang positif, dan jika gagal mereka akan terus bangkit dan berusaha selalu.
Tidak mudah memang, tapi tidak mustahil bukan ?!
Seirampah, 19Maret2011
Dulu aku juga berkeinginan seperti itu. Bangga rasanya jika punya anak yang pintar, berprestasi. Tapi kebanggaan itu memudar saat kulihat begitu banyak anak-anak jalanan yang begitu kuat dengan kerasnya kehidupan di jalanan. Ketangguhan itu yang membuatku berpikir bahwa sebenarnya itulah yang harus dimiliki setiap anak, terutama anakku.
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Akan jadi apakah anak-anak kita. Tentu harapan dan doa kita menginginkan anak-anak kita menjadi manusia yang sukses dan berhasil. Tapi apakah itu sudah menjadi jaminan bahwa kelak mereka akan seperti apa yang kita selalu harapkan dan doakan ???
Karena itulah aku berpikir bahwa yang anak-anakku butuhkan adalah jiwa yang kuat. Kuat dalam menghadapi segala kondisi dan kenyataan hidup yang kelak mereka terima. Aku ingin mereka selalu tegar dalam segala kondisi, susah maupun senang, berhasil maupun gagal. Maka kupersiapkan itu semua sejak sekarang.
Mental yang kuat akan mengantarkan kebahagiaan dari segala arah. Mental yang kuat juga menjadikan seseorang selalu menjadi manusia yang bersyukur dengan keadaannya, apapun itu, menjauhkan dari rasa berputus asa. Sehingga kebahagiaan itu tetap ada walaupun kesusahan dan kegagalan harus dialami.
Mental yang kuat tercermin dari sikap mandiri. Mandiri itu bisa diciptakan melalui kebiasaan yang diajarkan terus menerus sejak dini. Mengajarkan kemandirian pada anak tentu berbeda-beda antara orangtua. Namun aku yakin tidak ada satu pun orangtua yang menjerumuskan anak-anaknya ke keburukan. Jadi tidak masalah, dengan cara apapun harus ditempuh untuk menciptakan anak yang berkepribadian mandiri.
Seperti halnya anak-anak jalanan. Aku yakin, orangtua mereka pun juga selalu mendoakan yang terbaik untuk mereka. Tetapi ketika kenyataan berkata lain dan tak seindah yang diharapkan, apakah lantas harus disikapi dengan penyesalan dan kekecewaan bertubi-tubi ? yang pada akhirnya menjerumuskan diri pada rasa putus asa ?! tentu tidak demikian...dan ketegaran yang dimiliki anak-anak jalanan itu menjadi pencerahan bagiku, bahwa menciptakan pribadi yang kuat dan tangguh pada diri anakku adalah mutlak harus aku jadikan akar bagi kehidupan anak-anakku kelak.
Buatku prestasi di sekolah maupun dimanapun tak lebih dari hadiah talenta yang Tuhan berikan untuk anak-anak kita. Harus kita syukuri tentunya.
Namun yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan anak agar mereka siap dalam menghadapi segala kemungkinan yang harus dihadapi. Manis pahit akan terjadi. Dan anak-anak yang mandiri dan memiliki mental kuat dan tangguh yang akan siap dengan kemungkinan-kemungkinan itu semua. Jika berhasil mereka akan memanfaatkan keberhasilan itu untuk hal yang positif, dan jika gagal mereka akan terus bangkit dan berusaha selalu.
Tidak mudah memang, tapi tidak mustahil bukan ?!
Seirampah, 19Maret2011
Sabtu, 12 Maret 2011
HILANG
Kubiarkan rindu itu menggerogoti jiwa
Hingga separuh jantungnya tak lagi berdetak
Sampai nyawanya berangsur hilang
dan ia hanya bersama sepi menunggu waktu
tak bertepi...tak berujung
Kubiarkan resah itu membabibuta
membutakan hatinya yang terlanjur beku
ia sendiri...kerap digiring masa lalu
dan membawanya dalam-dalam
tak ada yang tahu...ia pun tidak
kau tahu rasanya hilang ?
dialah yang tak berbekas, tak kembali...
lalu kukatakan bahwa hilang adalah
kerinduan !
Hingga separuh jantungnya tak lagi berdetak
Sampai nyawanya berangsur hilang
dan ia hanya bersama sepi menunggu waktu
tak bertepi...tak berujung
Kubiarkan resah itu membabibuta
membutakan hatinya yang terlanjur beku
ia sendiri...kerap digiring masa lalu
dan membawanya dalam-dalam
tak ada yang tahu...ia pun tidak
kau tahu rasanya hilang ?
dialah yang tak berbekas, tak kembali...
lalu kukatakan bahwa hilang adalah
kerinduan !
Jumat, 11 Maret 2011
Pengen Bubu
Rabu, 09 Maret 2011
ORANGTUA SEBAGAI CENTRAL LOCK BAGI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA
Narkoba sudah merasuki berbagai kalangan dan umur di Indonesia. Mulai dari tingkat pemakai hingga pengedar. Bahkan saat ini, tidak ada lagi batasan yang jelas mengenai peredaran narkoba ini. Kalau dulu identik beredar di tempat-tempat hiburan malam, tempat-tempat prostitusi, di jalanan, dll. Tapi kini, narkoba sudah merambah ke rumah-rumah, tempat kos, bahkan sekolah. Pemakai dan pengedar bukan lagi kalangan terbatas, tapi juga sudah meliputi berbagai kalangan dengan berbagai tingkatan. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa baik laki-laki maupun perempuan. Profesi dari tukang becak hingga pengusaha. Semuanya dapat dengan mudah menjadi budak narkoba. Jadi sudah semestinya kita lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya narkoba ini. Baik dengan meningkatkan imtaq maupun meningkatkan pengetahuan-pengetahuan tentang bahaya narkoba, sehingga bisa membentuk defence, setidaknya bagi diri kita sendiri, terhadap pengaruh bahaya narkoba.
Selama ini sosialisasi yang diadakan oleh pihak-pihak terkait lebih ditujukan kepada kaum remaja dan muda saja. Yang menjadi target utama adalah siswa-siswi sekolah dan mahasiswa. Alasan yang ada karena mereka adalah generasi-generasi muda bangsa yang harus dilindungi dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Kalangan pelajar dianggap masih bersih dan dapat dihindarkan dari bahaya narkoba secara dini.
Sistem sosialisasi ini memang penting, karena mengena langsung pada sasaran kalangan pengguna yang menjadi incaran pelaku-pelaku pengedar narkoba, mengingat bahwa kalangan remaja dan muda masih memiliki sifat labil dan berada dalam tahap pencarian jati diri, sehingga cukup mudah mempengaruhi mereka.
Akan tetapi, semua itu rasanya menjadi sesuatu yang timpang dan agak kurang mengena, ketika orangtua tidak mendapatkan juga sosialisasi yang sama. Logikanya, anak-anak tahu informasi tentang narkoba tapi orangtua tidak. Hubungan yang tidak seimbang ini tentu saja dapat mengurangi komunikasi yang baik antara orangtua dan anak. Padahal, komunikasi ini sangat penting guna membentuk perlindungan orangtua terhadap anak terhadap bahaya dunia luar termasuk didalamnya narkoba.
Ketidaktahuan orangtua sangat fatal bagi perkembangan anak terutama remaja. Dimana seharusnya orangtua dapat menjadi sahabat bagi anak, sehingga dapat memfilter informasi-informasi yang didapat anak. Bisa dibayangkan jika orangtua tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya narkoba.
Untuk itu seharusnya target utama dari sosialisasi ini adalah para orangtua. Terutama mereka yang memiliki anak-anak remaja. Mengapa ? sebab berdasarkan fakta yang ada (sumber BNN) diketahui bahwa hampir 90 % orangtua tidak mengetahui jika anaknya terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pengguna saja maupun pengguna dan pengedar. Padahal disini orangtua merupakan central lock dari berbagai tingkah laku remaja yang ada. Orangtua merupakan central point yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan pergaulan anak-anak mereka. Akibatnya, sangat fatal jika sampai orangtua tidak mengetahui anak-anaknya terlibat narkoba, apalagi tidak mengetahui sama sekali tentang apa itu narkoba dan bagaimana bahaya serta penyebarannya.
Harusnya ada sosialisasi berkala bagi kalangan orangtua, terutama di seputar wilayah terkecil seperti desa dan kecamatan. Sebab, seperti kita ketahui bahwa kebanyakan pengetahuan mengenai bahaya narkoba ini kerap tidak tersampaikan dengan baik hingga wilayah yang terkecil. Bisa ditebak, para orangtua yang berada di wilayah pedesaan dan kecamatan mengaku tidak tahu tentang bahaya narkoba dan seluk beluknya. Padahal, peredaran narkoba saat ini sudah merambah pesat di wilayah desa dan kecamatan.
Jika sudah demikian, maka yang seharusnya menjadi target utama dari sosialisasi penyalahgunaan narkoba adalah para orangtua. Hal ini guna untuk meminimalisasikan secara dini tentang penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak melalui lingkup keluarga. Bukankah akan lebih baik jika pengetahuan tentang bahaya narkoba itu didapatkan anak-anak langsung dari orangtua atau keluarga ketimbang dari lingkungan luar yang begitu luas dengan beragam opini.
Pencanangan “Orangtua Cerdas Narkoba” sebagai simbol kampanye utama anti narkoba sudah saatnya disosialisasikan secara besar-besaran agar mendapat perhatian yang lebih bagi para orangtua di Indonesia. Narkoba bukan lagi sesuatu yang bisa dikesampingkan keberadaannya. Siapapun, dimanapun, bagaimanapun, kapanpun narkoba bisa menyelinap dengan mudahnya. Narkoba tak ubahnya penjahat nomor satu dibandingkan teroris. Tentunya kita sangat tidak menginginkan anak-anak kita menjadi korban kejahatan narkoba. Namun juga tidak dapat dipungkiri bahwa minimnya pengetahuan tentang narkoba ini menjadikan para orangtua lemah dalam melindungi anak-anaknya selain menyesali dan kecewa setelah mengetahui dengan terlambat bahwa anak-anaknya sudah terlibat penyalahgunaan narkoba yang melayangkan nyawa sebagai taruhannya.
Dengan demikian, sudah semestinya pihak-pihak penyelenggara sosialisasi lebih memfokuskan diri pada sosialisasi bagi kalangan orangtua sebagai langkah seimbang dengan upaya sosialisasi bagi kalangan remaja dan muda. Perbanyak kampanye-kampanye anti narkoba bukan hanya di lingkup perkotaan tapi juga di pedesaan dan kecamatan agar informasi yang sampai tepat pada sasaran dan bersifat menyeluruh merata.
Fien Prasetyo
Selama ini sosialisasi yang diadakan oleh pihak-pihak terkait lebih ditujukan kepada kaum remaja dan muda saja. Yang menjadi target utama adalah siswa-siswi sekolah dan mahasiswa. Alasan yang ada karena mereka adalah generasi-generasi muda bangsa yang harus dilindungi dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Kalangan pelajar dianggap masih bersih dan dapat dihindarkan dari bahaya narkoba secara dini.
Sistem sosialisasi ini memang penting, karena mengena langsung pada sasaran kalangan pengguna yang menjadi incaran pelaku-pelaku pengedar narkoba, mengingat bahwa kalangan remaja dan muda masih memiliki sifat labil dan berada dalam tahap pencarian jati diri, sehingga cukup mudah mempengaruhi mereka.
Akan tetapi, semua itu rasanya menjadi sesuatu yang timpang dan agak kurang mengena, ketika orangtua tidak mendapatkan juga sosialisasi yang sama. Logikanya, anak-anak tahu informasi tentang narkoba tapi orangtua tidak. Hubungan yang tidak seimbang ini tentu saja dapat mengurangi komunikasi yang baik antara orangtua dan anak. Padahal, komunikasi ini sangat penting guna membentuk perlindungan orangtua terhadap anak terhadap bahaya dunia luar termasuk didalamnya narkoba.
Ketidaktahuan orangtua sangat fatal bagi perkembangan anak terutama remaja. Dimana seharusnya orangtua dapat menjadi sahabat bagi anak, sehingga dapat memfilter informasi-informasi yang didapat anak. Bisa dibayangkan jika orangtua tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya narkoba.
Untuk itu seharusnya target utama dari sosialisasi ini adalah para orangtua. Terutama mereka yang memiliki anak-anak remaja. Mengapa ? sebab berdasarkan fakta yang ada (sumber BNN) diketahui bahwa hampir 90 % orangtua tidak mengetahui jika anaknya terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pengguna saja maupun pengguna dan pengedar. Padahal disini orangtua merupakan central lock dari berbagai tingkah laku remaja yang ada. Orangtua merupakan central point yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan pergaulan anak-anak mereka. Akibatnya, sangat fatal jika sampai orangtua tidak mengetahui anak-anaknya terlibat narkoba, apalagi tidak mengetahui sama sekali tentang apa itu narkoba dan bagaimana bahaya serta penyebarannya.
Harusnya ada sosialisasi berkala bagi kalangan orangtua, terutama di seputar wilayah terkecil seperti desa dan kecamatan. Sebab, seperti kita ketahui bahwa kebanyakan pengetahuan mengenai bahaya narkoba ini kerap tidak tersampaikan dengan baik hingga wilayah yang terkecil. Bisa ditebak, para orangtua yang berada di wilayah pedesaan dan kecamatan mengaku tidak tahu tentang bahaya narkoba dan seluk beluknya. Padahal, peredaran narkoba saat ini sudah merambah pesat di wilayah desa dan kecamatan.
Jika sudah demikian, maka yang seharusnya menjadi target utama dari sosialisasi penyalahgunaan narkoba adalah para orangtua. Hal ini guna untuk meminimalisasikan secara dini tentang penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak melalui lingkup keluarga. Bukankah akan lebih baik jika pengetahuan tentang bahaya narkoba itu didapatkan anak-anak langsung dari orangtua atau keluarga ketimbang dari lingkungan luar yang begitu luas dengan beragam opini.
Pencanangan “Orangtua Cerdas Narkoba” sebagai simbol kampanye utama anti narkoba sudah saatnya disosialisasikan secara besar-besaran agar mendapat perhatian yang lebih bagi para orangtua di Indonesia. Narkoba bukan lagi sesuatu yang bisa dikesampingkan keberadaannya. Siapapun, dimanapun, bagaimanapun, kapanpun narkoba bisa menyelinap dengan mudahnya. Narkoba tak ubahnya penjahat nomor satu dibandingkan teroris. Tentunya kita sangat tidak menginginkan anak-anak kita menjadi korban kejahatan narkoba. Namun juga tidak dapat dipungkiri bahwa minimnya pengetahuan tentang narkoba ini menjadikan para orangtua lemah dalam melindungi anak-anaknya selain menyesali dan kecewa setelah mengetahui dengan terlambat bahwa anak-anaknya sudah terlibat penyalahgunaan narkoba yang melayangkan nyawa sebagai taruhannya.
Dengan demikian, sudah semestinya pihak-pihak penyelenggara sosialisasi lebih memfokuskan diri pada sosialisasi bagi kalangan orangtua sebagai langkah seimbang dengan upaya sosialisasi bagi kalangan remaja dan muda. Perbanyak kampanye-kampanye anti narkoba bukan hanya di lingkup perkotaan tapi juga di pedesaan dan kecamatan agar informasi yang sampai tepat pada sasaran dan bersifat menyeluruh merata.
Fien Prasetyo
Langganan:
Postingan (Atom)

