Minggu, 05 Mei 2013

Djarum Indonesia Open, Hidupkan (Kembali) Badminton Tanah Air

pbdjarum.org
Masih ingat Susi Susanti ? Alan Budi Kusuma ? atau pasangan Ricky-Rexy ? yup, pada era itu badminton menjadi satu cabang olahraga yang sangat popular di Indonesia. Berbagai prestasi berhasil diraih oleh atlit-atlit badminton kita baik di tingkat nasional maupun internasional. Bahkan, kita masih ingat ketika Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma berhasil mengawinkan gelar juara olimpiade di Barcelona tahun 1992..betapa bangganya Indonesia saat Sang Merah Putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya berkumandang di podium kemenangan.

Melalui badminton, bangsa kita menjadi dikenal dan diperhitungkan di mata dunia. Prestasi yang sangat membanggakan banyak menuai pujian. Badminton pun menjadi satu cabang olahraga andalan bangsa Indonesia untuk menorehkan prestasi di kancah dunia..

Namun, seiring berjalan waktu, kepopuleran badminton tergeser oleh cabang olahraga yang lain, seperti sepakbola. Euforia badminton tak terasa lagi digantikan oleh riuhnya berita sepakbola. Seakan tenggelam, setiap pertandingan yang diusung oleh badminton menjadi tak terjamah oleh masyarakat. Kalau dulu masyarakat setia menanti pertandingan demi pertandingan cabang badminton, tapi sepertinya kini tidak lagi..tidak seperti sepakbola yang kehadirannya selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat, terutama penggila bola.

Kemanakah cabang olahraga badminton kini ? bahkan atlit badminton yang tersisa dan dikenal oleh masyarakat sekarang tinggal Taufik Hidayat, sedangkan yang lain ? who knows…

Ironis ya..cantiknya raket saat melambungkan bulu angsa ke udara lalu mendarat tajam di sudut lapangan tak lagi mendapat tempat di hati masyarakat kita..sorak sorai dan teriakan dukungan dari penonton juga tak banyak terdengar..peluh keringat sang pejuang lapangan tak lagi menuai rasa haru..bahkan prestasi pun begitu sulit tertoreh..

Sungguh..aku merindu…

Pemerintah harusnya mendukung penuh badminton dan membangkitkan kembali gairah cabang olahraga ini sebagai cabang olahraga yang popular dan menjadi kebanggaan bangsa.

Dan kini, mungkin hanya Djarum Indonesia Open yang masih menghargai badminton dan punya harapan besar akan prestasi atlit-atlit badminton saat ini..sportifitas didukung dengan event Djarum Indonesia Open sebagai wadah prestasi atlit-atlit cabang olahraga badminton.

djarumbadminton.com
Dukungan lain untuk menggebrak (kembali) cabang olahraga badminton adalah dengan kerjasama mengadakan lomba blog, lomba desain kaos dan lomba kreatifitas suporter yang kesemuanya bertema badminton. Diharapkan badminton kembali bisa menjadi cabang olahraga kebanggaan dan popular di masyarakat terutama kalangan muda.

Bahkan, BWF menyatakan pujian Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012 lebih baik dari All England (Republika.co.id/18 juni 2012). Hal ini dikarenakan Djarum Indonesia Open berhasil memadukan antara seni hiburan dan olahraga dengan baik sehingga menjadi sajian yang berkualitas. Tentu saja kondisi ini nantinya akan dapat berpengaruh positif bagi dunia badminton tanah air, sebab euforia yang bisa tercipta dalam setiap pertunjukan pertandingan akan mendatangkan banyak sponsor, sehingga pergelaran turnamen badminton bisa semakin popular di masyarakat.

Nah, upaya Djarum Indonesia Open ini juga tak akan maksimal tanpa apresiasi dari masyarakat. Diharapkan masyarakat juga punya animo yang sama untuk meng’hidup’kan (kembali) dunia badminton tanah air, agar prestasi demi prestasi dapat dituai oleh pejuang-pejuang badminton kita, agar lahir Susi Susanti Susi Susanti berikutnya..bukan mimpi rasanya jika suatu saat badminton tanah air akan kembali mengukir sejarah di pesta olimpiade..

Jika prestasi dapat diraih, kita sebagai bangsa Indonesia pasti akan merasa bangga juga kan ?!

Kamis, 25 April 2013

MIRAS = PINTU MASUK JURANG NARKOBA

eeshape.com

Pernah nggak kita renungkan…ketika mendengar kata miras, yang ada di benak kita adalah minuman yang mengandung alkohol dan bisa membuat orang mabuk. Titik. Kesannya biasa saja ya..nggak ada kesan menakutkan apalagi sampai membuat bulu kuduk kita berdiri. Bandingkan ketika kita mendengar kata narkoba..wooww..yang ada di pikiran kita pasti barang haram, bisa bikin sakaw, kecanduan, dipenjara, dan bahkan mati sia-sia. Mendadak begidik dan merasa serem..
Ya..itulah sedikit gambaran bagaimana kesan masyarakat terhadap miras dan narkoba. Kalau bahasa gaulnya, miras tuh kalah pamor dengan narkoba hehee..gimana nggak kalah ? selama ini yang diperangi oleh masyarakat dan pemerintah tak lain adalah narkoba. Dengan slogannya “Narkoba pembunuh nomor satu” atau “say no to drugs” pastinya membuat narkoba semakin ditakuti donk…sedangkan miras ??? hmm..kayaknya baru H. Rhoma Irama aja deh yang berkampanye tentang bahaya miras lewat lagunya Mirasantika..selebihnya hampir tidak terlihat bendera perang terhadap miras dikibarkan.
Kok bisa yaaa ???
Banyak faktor yang menyebabkan kenapa miras masih dianggap “biasa” oleh masyarakat. Diantaranya nih :
1.       Longgarnya peraturan negara yang mengatur tentang peredaran miras (Permendagri No.11/M-DAG-PER/3/2012). Sehingga begitu mudahnya masyarakat (terutama kaum remaja) untuk memperolehnya. Lihat saja, di beberapa swalayan, minimarket dan supermarket terkenal dengan leluasa menjual miras.
2.       Budaya sebagian masyarakat kita yang menganggap bahwa miras adalah minuman tradisional yang harus dilestarikan. Bahkan ada yang menganggapnya sebagai obat. Contohnya di Bali yang memiliki tuak wayah, di sumatera utara ada tuak (susu putih), dll. Di satu kasus yang saya temui, ketika bertanya pada laki-laki yang minum miras, secara mengejutkan dia menjawab bahwa miras itulah yang membuat badannya hangat sehingga penyakit asma nya tidak kambuh, meski secara medis kurang bisa dipertanggungjawabkan.
3.       “Bangga” nya masyarakat kita dengan miras atau bahan miras..buktinya nih..banyak saya temui tempat nongkrong anak muda (baca:kafe) yang di dalam daftar menu nya menggunakan istilah miras dan minol. Contohnya : rhoem latte, mocachino beer, dll. Meski hanya istilah (minuman sesungguhnya bukan miras/minol) tapi ini bisa menjadi sebuah pencitraan, bahwa dengan dengan istilah miras/minol maka akan laris atau diminati pembeli. Contoh lainnya, pernah denger bir plethok kan ? itu tak lain minuman tradisional dari Betawi..meski memakai nama bir, tapi ternyata jauh dari bahan alkohol kok..
4.       Minimnya sosialisasi tentang bahaya miras/minol yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat. Lihat saja, didalam setiap kegiatan yang menggunakan dana APBD sama sekali tidak dianggarkan kegiatan untuk sosialisasi bahaya miras/minol, yang ada adalah anggaran untuk kegiatan sosialisasi bahaya narkoba.
5.       Kurangnya pendidikan dan pengetahuan masyarakat tentang bahaya miras.
Nah..dari lima faktor tadi udah bisa dibayangkan kan, betapa masih rendahnya sensitivitas masyarakat dan pemerintah terhadap bahaya miras. Padahal nih, kalau mau ditelusuri, saya berani katakan bahwa miras adalah PINTU MASUK JURANG NARKOBA loh ! Miras juga bisa menjadi awal kejahatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain (lingkungan). Belum lagi zat-zat yang terkandung didalamnya, secara kesehatan sangat berbahaya. Nah lo..serem kan !

Wah..ketika menulis ini, baru tersadar, bulu kuduk saya berdiri…bagaimana miras telah berkontribusi besar merusak generasi bangsa kita. Khususnya remaja yang notabene masih berada dalam tahap “pencarian jati diri” tentunya menjadi rawan terperosok dalam bahayanya, sebab pada masa ini remaja menjadi labil dan kerap dengan mudah terbawa arus lingkungannya. Bisa dibayangkan, ketika miras ini beredar dengan bebas dan tanpa kendali, tentu akan lebih besar peluangnya untuk merusak pribadi remaja-remaja negeri ini…
suarapembaruan.com
Rasanya, sudah saatnya disegerakan perhatian khusus dari pemerintah untuk mendukung gerakan anti miras ini dengan membuat dan mengesahkan UU anti miras. Penegakan hukum terhadap penyalahgunaan peraturan tentang miras juga harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Gerakan-gerakan kampanye/sosialisasi tentang bahaya miras juga sudah selayaknya didukung oleh pemerintah, agar masyarakat bisa melek pengetahuan dan informasi tentang bahaya miras sehingga kewaspadaan akan meningkat.
Namun, upaya pemerintah tanpa dukungan dari masyarakat juga kurang maksimal. Masyarakat diharapkan juga dapat pro aktif dalam hal ini. Upayanya dengan menyatukan pemikiran yaitu anti miras dengan langkah konkrit seperti melaporkan/mengajukan pengaduan ke pihak yang berwenang jika menjumpai hal-hal berkaitan dengan miras dan melawan hukum, meningkatkan kewaspadaan diri masing-masing, turut menyebarkan informasi dan pengetahuan tentang bahaya miras, serta membentengi diri dengan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
So, yuk kita kibarkan bendera perang terhadap miras…MARI HIDUP SEHAT DAN JADI GENERASI MUDA BANGSA TANPA MIRAS !!!

Kamis, 18 April 2013

Esha..special one of me

akhirnya, baru bisa posting cerita setelah melahirkan tanggal 2 april 2013 kemarin...alhamdulillah dilalui dengan operasi caesar karena kelahiran dua anakku sebelumnya juga caesar dan jarak antara anak kedua dan ketiga juga cukup dekat (20 bulan) dokter pun memutuskan caesar (lagi) :)

alhamdulillah..dikaruniai jagoan lagi hehee..pas seperti apa yang diinginkan ayahnya..nggak tau kenapa begitu tau baby-nya laki-laki excited-nya lebih-lebih...katanya kalo laki-laki itu bikin dia bangga lahir batin *halah*..padahal bertentangan banget dengan prinsipku...kesannya kok patriarkhi banget !

tapi yang namanya anak yaaa...laki-laki atau perempuan tetep yang tersayang dunk ah...semua istimewa !

Terlahir tanpa didampingi ayahnya dengan berat 3 kilo dengan panjang 51 senti...meski sedikit ada accident yang nggak mengenakkan tapi alhamdulillah semuanya bisa terlewati dengan lancar..

jadiii nih...beberapa jam setelah lahir, si adek nafasnya sesak dan nggak mau minum susu pake dodot..plus penanganan RS yang nggak steril+bagus alhasil anakku kondisinya makin parah..bahkan beratnya bisa turun drastis hingga 2,5 kilo !

Kenapa aku bilang nggak steril ? secara, ruang nursery tu yaaa logikanya kan bersih, tertutup, nggak semua orang bisa masuk daaaannn selalu ada suster yang standby di ruangan...laaahh ini..bisa-bisanya ruang bayi tuh terbuka lebar untuk umum, tanpa lepas alas kaki dan pengamanan yang lainnya...yang kubayangkan selain akan banyak virus+bakteri menyerang new born, gimana kalo ada orang berniat jahat untuk mengambil bayi-bayi yang ada di ruangan ?! Laaahh kesempatan itu sangat mudah didapat oleh para penculik bayi loh ! orang ruangannya nggak ada yang jagain...paling banter susternya nengok bayinya pas jam-jam minum susu atau jam-jam mandi atau kalau keluarga bayi melapor bahwa bayinya pup atau gumoh atau nangis...ckckckckck *tutupmata*

Tanpa babibu lagi...langsung deh aku rujuk anakku ke RS di Medan yang lebih baik...waktu itu aku minta anakku dinaikkan ambulans, dengan harapan perjalanan menuju RS di Medan kan 2 jam lebih anakku bisa mendapat perawatan medis melalui fasilitas medis yang ada di ambulans...kenyataannya ??? Ya Allah...anakku sama sekali nggak mendapat bantuan oksigen, infus, dan parahnya lagi yang mengantar anakku bukan suster atau tenaga medis tapi pegawai administrasinya ! Bisa ditebak,,sampai RS rujukan anakku kondisinya sangat kekurangan cairan...

Tapi alhamdulillah...setiba di RS rujukan anakku langsung mendapat penanganan yang serius dan intensif. Dari UGD langsung masuk ICU Baby dengan kontrol medis yang baik. 24 jam berada di ICU Baby...anakku pun dipindah ke ruang perawatan bayi biasa...alhamdulillah...dan selama seminggu terus membaik dan membaik...

Dokter bilang, anakku ada radang paru sehingga sesak dan gak bisa minum susu dari botol (harus melalui selang)...syukurlah cepat tertangani sehingga anakku pun berangsur sembuh dan paru-parunya pun membaik dan bekerja sempurna...dan dia juga udah bisa minum susu dari dot dan ASI meski gak eksklusif...

Pelajaran yang sangat berharga sekaligus ujian yang luar biasa bagiku sebagai ibu...semua ini membuatku semakin sayang sama anakku...

pada akhirnya aku juga nggak menyalahkan siapa pun...karena memikirkan sehatnya anakku kembali itu jauh lebih penting...

Tapi ada beberapa hal yang jadi kilas balik buatku dan semoga bermanfaat untuk teman-teman yang sedang atau akan hamil...

pertama : jangan pernah sok-sok jaga berat badan ya saat hamil...makan aja semuaaaa yang sehat dan bergizi meski resikonya tubuh jadi melar gak kira-kira heheee

kedua : hindari kopi dan kawan-kawannya yaaa...kalo pengen lebih baik di rem dulu...ingat bahwa semua pengorbanan kita adalah untuk bayi yang ada dalam perut kita :)

ketiga : batasin aktifitas yaaa...jangan terlalu diforsir...aktifitas tapi jangan berlebihan...lebih baik perbanyak berinteraksi dengan kehamilan kita aja...

keempat : tentu saja, jaga emosional kita...banyak berpikir rileks dan positif...dan berdoa

kelima : kalo dikasi vitamin atau apapun sama dokter ya diminum...jangan malas-malasan :P

tau nggak...lima poin itulah yang selama kehamilan ketiga-ku ini terjadi ! dan karena aku sayang ibu-ibu hamil..jadi jangan ditiru yaaaaa :))

memang situasi dan kondisi juga yang membuat aku kurang "savety" di kehamilan ketiga-ku ini...suami yang nun jauh disana (bogor), jadwal perkuliahan yang semakin ketat dengan jarak tempuh yang cukup jauh, volume pekerjaan di kantor yang bikin lelah, belum lagi ngurus dua anakku lainnya...sementara yang nomor dua masih usia 1 tahunan...masih butuh banget perhatian aku...

hmmm...alhamdulillah saat ini my baby semakin sehat kok...at last kunamai dia Muhammad Mahesha Al Ghaniy Mimboro....artinya yang kuasa dan yang kaya....untuk kebaikan tentunya...insyaAllah...amiiinnn :)



Kamis, 28 Februari 2013

Blackberry Z10, Harus Bilang WOW !



Kalo ngomongin blackberry..yuhuuuu aku udah jadi pengguna setia blackberry sejak tahun 2009 yang lalu loh..waktu itu blackberry pertamaku adalah bold yang bentuknya gede. Waktu itu masih sedikit temen-temen aku yang pakai Blackberry, sampai akhirnya dengan gencar aku pamerin deh kecanggihan blackberry aku sama mereka. Berbinar-binar deh, karena gak sia-sia aku promosiin kecerdasan blackberry dengan orang-orang yang kukenal. Alasan aku waktu itu “eh, tau nggak, dengan BB kita bisa chatting loh..ngobrol gratis tanpa nguras pulsa sepuaaaasssnyaaa..bisa kirim foto juga tanpa melalui MMS yang tarifnya mahal ituh..” eh nggak lama udah banyak aja yang punya pin hehee…

Sampai sekarang pun, meski udah bermunculan dan menjamur produk ponsel pinter, tapi aku tetep keukeuh setia sama blackberry. Buatku, blackberry tetap nomor satu yang lainnya cuma ngekor doang. Pokoknya blackberry tetap jadi pionernya ponsel canggih nan pinter deh ! Apalagi pengguna blackberry sekarang udah sangat luar biasa ! ikutan banggaaaa deh


Kalo kemarin, andalan blackberry sebatas fitur facebook, twitter, blackberry massanger, email, yahoo massanger, dan aplikasi-aplikasi lainnya..naahhh sekarang nih udah lahir Blackberry Z10 yang punya fitur-fitur cakep dan yang pasti bakal jadi sahabat baik yang paling ngertiin kita. Nggak percaya ? nih, simak ya keunggulan Blackberry Z10 yang pinter itu :
* ada blackberry hub yang bisa mengintip dan melihat pesan dan percakapan kita dengan mudah
* blackberry keyboard layar sentuhnya bikin nulisnya lebih cepat dan akurat
* Kamera dengan mode time shift dimana kita bisa membidik sempurna dengan menggerakkan gambar maju atau mundur setelah beberapa saat
* BBM video dengan screen share, kini BBM-an gak cuma tulisan ya dear, tapi juga bisa bertatap muka dengan fasilitas screen share (wooww)

Itu aja ?! ya enggak donk ah…masih buanyaaakk fitur lainnya yang bikin aku dan kamu-kamu penasaran pastinya…yaitu :
* Blackberry remember
tuangkan ide-ide cemerlang dan proyek kita di satu lokasi yang strategis
* Blackberry balance
informasi profesional dan pribadi  akan tersimpan dengan terpisah
* Kalender cerdas
jadwal dan tugas akan tereminder dengan baik
* Penjelajahan yang super cepat
 web dan jejaring sosial akan terbuka dengan lebih cepat
* Sistem keamanan yang terpercaya
sistem keamanan untuk kepemilikan yang luar biasa bisa dipercaya
* Kemudahan dalam berbagi dengan fitur NFC
proses pertukaran data menjadi jauh lebih mudah
* Fitur voice control yang canggih
kirim pesan BBM, susun jadwal pertemuan atau perbaharui facebook cukup dengan perintah suara saja
* Fasilitas mengedit dan berbagi foto
pangkas, sempurnakan dan buat foto kita makin meriah lalu bagikan dengan cepat dan mudah
* Layar yang tajam dan responsif
layar yang elegan, tajam dan responsif

* Serta aplikasi-aplikasi lainnya seperti : unduh aplikasi, game, buku, majalah, plus toko Blackberry World yang memberi kita rekomendasi sehingga kita bisa menemukan sesuatu yang baru dengan sangat mudah.

Wah wah waaahh…jadi mupeng nih !
Oya, nggak lupa donk aku share spesifikasi dari Blackberry Z10 ini adalah :
* Penyimpanan internal hingga 16GB
* Layar sentuh 4,2”
* Kamera belakang 8 MP
* Mengusung 3G
* 1280 x 768 resolusi, 356 ppi
* Waktu siaga hingga 17 hari
* Waktu bicara hingga 11 jam (3G)
* HD 1080p untuk perekaman video
* MicroSD kartu memori
* Menggunakan Blackberry ®10 sistem operasi

Trus harus bilang WOW gitu ? HARUS donk ! udah jelas blackberry Z10 ini bikin pengen setengah mati.. sambil bayangin seandainya aku punya si cakep Blackberry Z10 ini..udah pasti aktifitas kerjaku, menulisku akan banyak terbantu meski harus mobile kemanapun…everything jadi mudah dan serba cepat..apalagi performanya yang cantik dan elegan, enak banget diliat dan yang pasti aku banget !
Ok dear..buruan intip penampakan Blackberry Z10 di idberry.com yoookkk ! 

Ssssttt…ntar kartunya jangan lupa pake telkomsel ya..biar makin ciamik ! heheee…

Selasa, 19 Februari 2013

kegalauan di kantor #part1

di luar hujan gerimis..di meja kerjaku bertumpuk file-file kerja yang harus aku kerjakan..beberapa kali bertemu muka dengan orang dari partai politik untuk membicarakan politik..tapi mataku malah menerawang ke awang-awang..gak bisa fokus sama sekali...diajak ngobrol cuma bisa "ha? ha? ha?" *tutupmuka*

udah gitu..eeehh disampingku kawan malah puter lagu melow melow meong gitu...yaaahhh..malah tambah pingin mewekkkkk :'(

selain badanku lemas dan letih, tenaga menipis karena peyut makin gede, yang dipikirin juga bejibun...ketambahan kangen menggebu-gebu sama si kangmas di bogor...

huppp..pas didepanku laptop lagi onlen, gak nyadar buka blog..yo wesss nulis kegalauan ku hari ini...biar plong..biar puas heheee...

ditanyain temenkuh..."kenapa mak fin ?" aku jawab "gpp mak" aiiiihhhhh klassiiiiikkk banget ya jawabanku :D

dia nanya aku pun nggak tau kenapa-nya...pernah nggak tiba-tiba ngerasa melow melow sendiri, pingin mewek, perasaan sedih gak jelas ?

eh, diluar masih hujan...dinginnya ac pun gak sanggup membuatku nyaman di kantor ini...tetep ngerasa hotttsss...:D bener kali ya kalo suasana hati bisa mempengaruhi suasana luarnya heheee...itu juga kali yang aku alami...

halah..nggak tau lah..berhubung si bos udah mendekat dan bakalan nanya "udah siap fin berkasnya ?" bagusnya aku sudahi dulu postingan kegalauanku kali ini...lanjuttttttt kerjaaahhhh :P *pura-purasibuk* hihihiiii

sampai jumpa di kegalauanku di kantor lainnyaaaaaaa :D





Senin, 28 Januari 2013

LOW COST MODEL: Sebuah Gagasan Pengembangan Wisata Sejarah Pabrik Gula PT. Perkebunan Nusantara X (Persero)



Oleh : Fifin Chahyani R.N

            Pada masa sekarang peluang bisnis lebih berwarna dan kaya alternatif. Di dalam satu perusahaan yang menggeluti satu bidang produksi ternyata dapat melebarkan sayap ke bidang bisnis yang lain tanpa meninggalkan bidang bisnis utama. Hal ini menjadi satu wacana positif bagi perusahaan terutama dalam hal mengembangkan potensi sosial budaya. Saat ini perusahaan tidak dapat berdiri sendiri tanpa menyentuh masyarakat dan budaya lokal yang ada. Keberadaan sebuah perusahaan menjadi bagian dari sosial budaya sekitar, sehingga perusahaan harus memiliki kapasitas untuk merangkul masyarakat dan ikut melestarikan budaya.
            Dalam dunia bisnis, gaung positif dari nama perusahaan harus diciptakan semaksimal mungkin. Upaya pencitraan ini menjadi hal yang sangat penting terutama dalam meningkatkan potensi dan budaya perusahaan tersebut. Upaya pencitraan perusahaan bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi jika perusahaan bukan tergolong pada kategori perusahaan yang mengedepankan modernitas dan tidak berorientasi pada pasar media sosial. Namun, bukan berarti lantas kita menutup diri untuk melakukan pengembangan dalam hal tersebut. Justru ini merupakan tantangan yang harus dihadapi dan disikapi lebih serius.
            PT. Perkebunan Nusantara X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produksi utama gula, dimana regulasi produksi sangat terbatas dan tidak memiliki orientasi up to date, sehingga selama ini kurang begitu ‘ramah’ di telinga masyarakat. Masyarakat mengenal gula, tapi tidak tahu bagaimana dan dimana gula itu diproduksi. Kondisi ini tentu saja menjadi sesuatu yang dilematis bagi PTPN X. Di tengah kontinuitas produksi yang terus merangkak naik, justru di sektor sosial budaya berada pada tingkat yang melemah. Padahal ini penting untuk memenuhi kriteria CSR (Corporate Social Responsibility) yaitu tanggungjawab perusahaan kepada lingkungan sosial sekitarnya baik berupa fisik maupun non fisik. Tanggungjawab ini bukan saja meliputi pada sektor fisik seperti upaya pelestarian lingkungan (AMDAL), tetapi juga termasuk kebijakan-kebijakan yang bersifat sosial budaya. Salah satunya adalah bagaimana mengenalkan perusahaan kepada masyarakat, sehingga masyarakat memiliki rasa turut memiliki dan bangga dengan keberadaan perusahaan. Ini sangat penting bagi kelangsungan perusahaan, untuk menghadapi tantangan sosial ke depan yang lebih kompleks. Merangkul dan melakukan relationship yang baik dengan masyarakat mutlak harus dilakukan oleh perusahaan.
WISATA SEJARAH PABRIK GULA
            Tidak dapat dipungkiri bahwa pariwisata masih menjadi primadona bagi upaya pencitraan diri selain kesehatan dan pendidikan formal. Sektor bisnis pariwisata dinilai memiliki potensi besar untuk memperkenalkan sesuatu termasuk memperkenalkan diri perusahaan. Selain pemikiran ke arah peluang bisnis dan ekonomi, pariwisata juga punya kapasitas kemudahan masuk ke tengah-tengah masyarakat dibandingkan dengan sektor yang lain.
            Berbanggalah PTPN X yang memiliki akses cukup besar dalam upaya ekspansi bisnis ke arah pariwisata. Mengapa ? Sebab jika dirunut, PTPN X memiliki potensi wisata sejarah yang bernilai jual tinggi. Terutama pada sejarah pabrik gula-nya. Meskipun bukan bisnis utama, tapi kepemilikan bisnis wisata sejarah pabrik gula dapat diandalkan terutama untuk upaya pencitraan diri dan memperkenalkan PTPN X ke sektor yang lebih luas. Jika dipahami, maka ini akan lebih bernilai dibandingkan dengan sekadar berbicara ekonomi.
            Sektor pariwisata dewasa ini menjadi salah satu industri primadona di berbagai negara-negara berkembang. Potensi wisata yang berorientasi pada keindahan alam, budaya sejarah akan mendatangkan keuntungan bagi seluruh komponen-komponen yang terlibat didalamnya seperti pengelola tempat wisata, masyarakat di sekitarnya, pemerintah kabupaten setempat dan lainnya sebagainya. Namun hal tersebut harus di dukung dengan konsep pemasaran yang sesuai dan terpadu sehingga pemasaran dari objek wisata ini berhasil di kenalkan dan dapat menarik wisatawan.
            Seperti kita ketahui bahwa PTPN X memiliki sejarah perusahaan dan pabrik gula yang sarat dengan pengetahuan serta wawasan sejarah untuk dibagi kepada masyarakat luas. Hal ini juga didukung dengan konsep fisik perusahaan yang masih berciri khas khusus. Nilai-nilai budaya lama seolah masih tergambar tegas dalam setiap aktifitas maupun properti yang dimiliki oleh perusahaan. Hal ini menjadi nilai tambah ( value add ) dalam gagasan bisnis wisata sejarah pabrik gula PTPN X. Kepekaan akan gagasan bisnis wisata sejarah ini harus juga ditunjang dengan aksi menyikapi selanjutnya (tidak berhenti pada gagasan semata).
POTENSI BISNIS
            Berbicara potensi bisnis wisata sejarah (pabrik gula), maka dapat disimpulkan pada tiga (3) hal garis besar berikut ini :
1.      Kebijakan Kearifan Budaya Lokal
Kearifan lokal yang dimaksudkan disini adalah bagaimana mengupayakan kelestarian budaya setempat (lokal) termasuk didalamnya bagaimana menjalin hubungan baik dengan masyarakat dengan melibatkan mereka pada setiap event budaya yang diadakan oleh perusahaan. Prinsip ini menciptakan sinergi yang baik antara perusahaan untuk mewujudkan PTPN X yang dapat hidup berdampingan dengan budaya masyarakat tanpa menghilangkan budaya lokal masyarakat sekitarnya.
Menurut Rensis Likert mengenai teori human relations bahwa pendekatan secara hubungan manusiawi (human relations) memiliki anggapan dasar bahwa produktivitas ditentukan oleh norma sosial, bukan selalu ekonomi.
2.      Nilai Ekonomi ( Economic Value )
Berbicara bisnis, pasti berbicara ekonomi. Termasuk bisnis wisata sejarah pabrik gula PTPN X ini tidak akan lepas dari sisi ekonomi, terutama dalam hal memberi income tambahan bagi perusahaan. Perkembangan sektor tambahan unit usaha dalam bidang pariwisata akan dapat menghasilkan tambahan pendapatan perusahan di luar dari sektor inti perusahaan tanpa  melupakan sektor inti perusahaan yakni dalam produksi gula. Pendapatan dalam sektor pariwisata akan dapat memperkuat kebutuhan finansial dari perusahaan PTPN X. Oleh karenanya sektor pariwisata ini harus di kelola dengan profesional dan efisien.
Nilai bisnis lainnya adalah fungsi negosiasi (negotiation) yang dapat diprediksi bergerak maju ketika banyak pihak yang mengenal citra dan profesionalitas yang dimiliki PTPN X melalui usaha wisata sejarah pabrik tebu ini. Dalam hal ini tentu saja tujuan akhirnya adalah untuk pengembangan dan kemajuan perusahaan.
3.      Wawasan dan Pendidikan
Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan saja menjadi kewajiban dan tanggungjawab pemerintah, tapi juga setiap insan dan atau perusahaan. Membagikan wawasan mengenai sejarah dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya termasuk dalam upaya pencerdasan bangsa tersebut. Seperti kita ketahui bersama PTPN X merupakan salah satu perusahaan penghasil gula di Indonesia yang tertua dan terbesar di Indonesia, atas dasar sejarah dan kejayaan tersebut hal ini dapat di jual kepada masyarakat untuk menambah pengetahuan masyarakat sekitarnya agar sejarah itu tidak hilang.
STRATEGI DAN MODEL PEMASARAN LOW COST
            Terkait dengan tiga potensi besar diatas, maka disini akan disajikan beberapa strategi dan rencana gagasan untuk mengembangkan bisnis wisata sejarah pabrik gula PTPN X, yaitu
1.      Kearifan Budaya Lokal
* Dengan mengadakan event budaya secara rutin seperti ritual membersihkan pabrik, karnaval pakaian zaman tempo dahulu, karnaval sepeda onthel, dan sebagainya yang mana dari event rutin yang unik ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat luas dan menarik wisatawan untuk datang berkunjung.
* Melibatkan dan merangkul serta bekerjasama dengan masyarakat lokal dalam usaha home industry melalui produksi cinderamata (seperti gantungan kunci, makanan khas oleh-oleh, dll bagi wisatawan yang datang) atau usaha persewaan properti seperti sepeda onthel, baju zaman tempo dulu, jasa foto, dll.
2.      Nilai Ekonomi
* Dengan memasang tarif tiket masuk atau membuat harga paket wisata
* Keuntungan dari penjualan cinderamata
3.      Wawasan dan Pendidikan
* Dengan mengadakan guiding / penyampaian informasi mulai dari sejarah pabrik gula sampai pada penjelasan proses produksi dari awal sampai akhir oleh seorang guide / pemandu wisata
* Membangun museum mini yang menyimpan profil-profil pabrik gula dari tahun ke tahun
* Membuat website yang khusus mengeksplorasi tentang wisata sejarah pabrik gula PTPN X ini, mengingat jaman sekarang informasi juga harus dilakukan melalui media online sehingga dapat diakses oleh dunia yang lebih luas sekaligus sebagai media promosi yang efektif dan efisien
Pada prinsipnya, ketika menggeluti sebuah bisnis, haruslah didukung dengan keseriusan dan kematangan dalam segala hal yang mendukungnya. Pun dengan menjalankan bisnis wisata sejarah pabrik gula ini, keseriusan sangat diperlukan didalamnya. Artinya, segala hal yang memungkinkan untuk disiapkan dan dilakukan, kenapa tidak untuk dipenuhi. Proses pengembangan ini juga membutuhkan kesiapan sumberdaya manusia yang ada didalamnya. Untuk itu, diperlukan pendidikan dan pelatihan khusus bagi mereka yang terlibat di dalam bisnis wisata sejarah pabrik gula PTPN X ini, agar tujuan utama dapat dicapai.
Sedangkan model pemasaran yang dinilai tepat untuk wisata sejarah pabrik gula PTPN X ini adalah strategi Low Cost. Model ini lebih mengedepankan cost yang cenderung rendah dan terjangkau dengan tidak mengurangi kualitas apa yang ‘dijual’. Artinya, dengan cost yang relatif rendah, tapi pengetahuan dan pelayanan yang dilakukan tetap harus dikedepankan.
Strategi low cost ini dianggap sesuai sebab sasaran utama wisata sejarah ini tak lain adalah pelajar ataupun mereka yang concern dengan pendidikan, meskipun pada prinsipnya tidak ada pengkhususan didalamnya (semua kalangan bisa berwisata sejarah ini). Dengan tarif atau harga yang terjangkau, diharapkan wisatawan yang datang dapat terpenuhi ‘kepuasannya’ yaitu memperoleh informasi, pengetahuan, belanja cinderamata, dll dengan budget yang terjangkau. Dengan tingkat kepuasan tersebut diharapkan wisatawan yang telah berkunjung dapat memberikan dan meneruskan informasi positif bagi yang lain, sehingga akan menambah intensitas kunjungan wisatawan ke wisata sejarah pabrik gula PTPN X ini.
Dengan model low cost, perusahaan dapat memanfaatkan media online (website) serta media sosial (facebook, twitter, dll) dalam upaya pemasarannya. Untuk promosi secara lokal, perusahaan dapat menjalin kerjasama dengan media massa setempat dan juga pemerintah daerah, sebab berbicara wisata sejarah maka juga akan berbicara budaya lokal yang berarti juga menjadi bagian dari warisan kekayaan budaya yang ada di daerah tersebut. Sejatinya, pemerintah daerah juga harus mensuport suksesnya gagasan wisata sejarah pabrik gula PTPN X ini.
Selain itu strategi low cost ini juga dapat digunakan sebagai media untuk mempertahankan keaslian dan kebersahajaan yang dimiliki PTPN X yang tertuang dalam wisata sejarah pabrik gula. Wisatawan diajak seolah-olah berada dalam masa sejarah pabrik gula, sehingga selain informasi sejarah dapat tersampaikan dengan efektif, wisatawan juga akan merasakan keunikan dan kekhasan wisata sejarah pabrik gula ala PTPN X ini.
Pada akhirnya demikianlah paparan sekaligus gagasan mengenai pengembangan wisata sejarah pabrik gula di PTPN X. Pemaparan ide dan opini mengenai potensi bisnis serta bagaimana model pemasarannya diharapkan dapat menjadi masukan (input) dan pertimbangan bagi PTPN X untuk lebih maju ke depannya dalam hal membuat kebijakan-kebijakan yang bersifat membangun potensi sosial dan budaya yang ada.

Jumat, 04 Januari 2013

Stop Stigma Negatif Kondom !


MENEROPONG MASYARAKAT INDONESIA

SOSIAL BUDAYA
Add caption
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki beraneka ragam budaya dan kehidupan. Di dalamnya, terdapat struktur masyarakat yang bersifat heterogen, sehingga menjadi tidak mudah untuk menghadapi situasi dan kondisi yang ada. Konflik cenderung tinggi tingkatannya, meskipun pada beberapa bagian kekayaan budaya ini menjadi warna tersendiri dan membawa keunikan yang menguntungkan.
Beraneka ragamnya budaya ini, menyebabkan besarnya perbedaan kebiasaan hidup dari masyarakat di satu daerah dengan masyarakat di daerah yang lainnya. Dalam sebuah permasalahan, dibutuhkan metode dan cara yang juga berbeda untuk penanganannya agar efektif ketika diterima oleh masyarakat tersebut.
Budaya ketimuran masih cukup kental di masyarakat kita, dimana norma kesusilaan dan kesopanan masih dijunjung tinggi dalam segala hal. Meski pada kenyataannya, arus globalisasi dan modernitas hampir merenggut semua itu dengan mudahnya budaya luar (budaya barat) masuk tanpa filter yang ketat. Hal ini jelas terasa ketika kita melihat gaya hidup dan pergaulan pemuda-pemudi yang rata-rata sudah mengalami pergeseran budaya. Bisa dikatakan, norma kesusilaan dan kesopanan hampir pupus seiring dengan perkembangan jaman.
Ironisnya, pergeseran kondisi sosial budaya ini tidak hanya terjadi di daerah perkotaan dan metropolitan, tapi juga sudah merambah ke daerah pelosok yang notabene jauh dari peradaban teknologi dan modernitas seperti di perkotaan. Sekali lagi, letak geografis ternyata tidak menjadi penghalang yang berarti bagi budaya luar untuk masuk dengan mudahnya.

EKONOMI
Masyarakat Indonesia memiliki beragam bidang mata pencaharian. Wilayah subur dan kaya akan sumber daya alam, menjadikan Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan mengarah ke negara maju. Petani, nelayan, pengusaha, peternakan, pedagang, teknisi, perbankan, tenaga kesehatan, dll semua ada disini.
Tingkat perekonomian Indonesia bisa dikatakan cukup baik dan stabil. Kesejahteraan sudah dapat dilihat di masyarakat, meski tetap saja di beberapa sisi masih ada juga masyarakat kita yang berada di bawah garis kemiskinan.
Roda pemerintahan dan perekonomian negara juga sudah berjalan cukup kondusif, walaupun pembenahan disana sini tetap harus dilakukan, terutama mengurangi tingkat korupsi yang masih cukup tinggi.
Kebijakan yang belum merata dan belum menyentuh masyarakat kelas bawah harus diperhatikan secara lebih, sebab hal ini akan mengkondisikan beberapa wilayah yang tidak terjangkau menjadi wilayah yang miskin dan jauh tertinggal dengan wilayah yang terjangkau serta dekat dengan titik pusat pemerintahan.
Tentu saja, kondisi tersebut akan dapat memicu konflik di masyarakat. Kecemburuan ekonomi akan dapat berkembang menjadi isu SARA, politik, dll. Ketika ini terjadi, maka akan menjadi masalah besar bagi bangsa dan negara Indonesia.

PENDIDIKAN
Gambaran pendidikan Indonesia juga tidak lepas dari teropong yang menarik. Tentu saja berkaitan dengan sosial budaya serta ekonomi diatas, pendidikan merupakan mata rantai dari lingkaran “setan” kehidupan masyarakat.
Pendidikan Indonesia, di beberapa bagian sudah memiliki kualitas yang setara dengan pendidikan di luar negeri, namun itu hanya sekelumit saja. Ternyata, faktanya masih sangat banyak pendidikan di Indonesia yang jauh dari kata “layak”. Layak tersebut dapat dimaknai mulai dari kondisi fisik sekolah seperti bangunan gedung, sarana dan prasarana yang tidak memadai, sumber daya manusia mulai dari tenaga pengajar, orangtua dan murid yang kurang dari kuantitas dan kualitas, hingga kondisi kurikulum yang belum efektif untuk menghasilkan generasi yang cerdas.
Banyak faktor yang menjadi penyebab, termasuk tingginya tingkat korupsi dan lemahnya budaya serta nilai-nilai kepatutan yang ada di masyarakat kita. Akan tetapi, bukan berarti semua itu menjadi kendala yang tidak bisa dipecahkan. Justru hal ini harus diperjuangkan agar pendidikan Indonesia bisa lebih baik ke depannya.

TUMBUH KEMBANG HIV/AIDS DI INDONESIA
Dari peneropongan di atas, salah satu yang menjadi persoalan besar negara kita adalah masalah HIV/AIDS. Permasalahan HIV/AIDS ini sangat berkaitan erat dengan kondisi sosial budaya, perekonomian serta pendidikan kita. Jika ditelaah secara mendalam, HIV/AIDS bukan hanya menjadi problem kesehatan, tapi juga problem sosial secara luas.
Ketika menjadi problem sosial secara luas, maka ini menjadi ancaman bagi bangsa dan negara terutama bagi generasi muda yang seharusnya dapat menjadi penerus bangsa yang bisa diandalkan untuk membesarkan Indonesia suatu saat nanti.

APA ITU HIV/AIDS ?
Add caption
HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh manusia serta mengganggu fungsi tubuh sehingga menurunkan daya tahan tubuh secara terus-menerus dan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.
Ketika sistem kekebalan mulai mengalami defisiensi, maka tubuh tidak dapat melakukan imunitas, sehingga infeksi dan penyakit mudah masuk dan menyerang tubuh tanpa adanya sistem yang berperan sebagai tameng perlawanan.
Sedangkan AIDS singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome, yaitu kondisi dimana gejala dan infeksi penyakit yang terjadi akibat virus HIV. AIDS inilah yang menunjukkan bahwa serangan virus HIV sudah menggerogoti tubuh manusia yang terjangkiti.
Secara umum, orang yang terinfeksi HIV tidak mengalami gejala awal. Karenanya, mereka yang terjangkit kebanyakan tidak menayadari bahwa dirinya sudah terinfeksi. Namun, biasanya ada beberapa gejala umum seperti gangguan kelenjar yang mengakibatkan demam tinggi, gatal-gatal, nyeri sendi serta pembengkakan limpa. Hal ini terjadi karena tubuh sedang mengalami proses pembentukan antibodi akibat HIV (dikenal dengan istilah Seroconversion) dan terjadi setelah enam minggu hingga tiga bulan setelah terinfeksi.
Infeksi HIV mudah sekali menular dari satu orang yang terjangkit ke orang lain, untuk itu tes HIV sangat berperan penting untuk mendeteksi secara dini terjadinya infeksi pada diri seseorang, terutama untuk mereka yang berpotensi besar terjangkit.
Pada prinsipnya, HIV akan berkembang menjadi AIDS membutuhkan rentan waktu yang cukup panjang, yakni antara 8-10 tahun dan kategori positif AIDS rentan waktunya 10-15 tahun. Namun, dalam dunia kedokteran ada terapi yang dapat memperlambat perkembangan AIDS dan menurunkan jumlah virus dalam tubuh, yaitu terapi Antiretroviral.
 
SIAPA SAJA YANG RENTAN TERINFEKSI ?
Add caption
Mereka yang rentan terinfeksi HIV adalah mereka yang punya kebiasaan seks yang beresiko. Angka ini berada di urutan teratas karena HIV dapat menular secara cepat melalui hubungan seks yang tidak aman. Selanjutnya adalah mereka yang hidup dengan narkoba. Konsumsi narkoba dengan menggunakan jarum suntik secara bergantian (tidak steril) juga dapat dengan mudah menjadi saluran penularan HIV.
Wilayah rawan HIV/AIDS memang tidak bisa dideteksi secara detail. Namun, jika dilihat dari kategorisasinya, maka bisa dipantau bahwa tempat-tempat yang beresiko tinggi penyebaran HIV/AIDS adalah seperti lokalisasi pelacuran, diskotik dan tempat hiburan malam, bahkan petugas kesehatan juga potensi terinfeksi.

JUMLAH KASUS AIDS MENURUT TAHUN DI INDONESIA, 1987-SEPTEMBER 2012
NO
TAHUN
JUMLAH KASUS AIDS
1
s.d 2005
4.774
2
2006
3.439
3
2007
4.434
4
2008
5.134
5
2009
5.458
6
2010
6.476
7
2011
6.178
8
2012
3.541

TOTAL
39.434*

Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi 2012
*Jumlah kasus AIDS di Indonesia pada triwulan 3 2012 mengalami perubahan dikarenakan ada proses perbaharuan data bersama Provinsi pada Bulan Mei 2012.

Melihat angka di tabel tersebut, meski mengalami penurunan namun jumlah kasus AIDS di Indonesia masih tergolong cukup tinggi.

UPAYA PENCEGAHAN HIV/AIDS
Add caption
Secara spesifik, penularan HIV dapat diupayakan pencegahannya, diantaranya :
  • Hubungan seks dengan tidak berganti-ganti pasangan dan keduanya tidak terinfeksi
  • Tidak berhubungan seks secara bebas dengan mereka yang terinfeksi
  • Penggunaan pengaman (kondom) secara benar
  • Bagi pengguna narkoba dengan menggunakan jarum suntik, maka harus memakai jarum suntik yang steril atau yang sekali pakai (tidak bergantian)
  • Ketersediaan darah di PMI juga harus ketat dan sesuai dengan standar keamanan bebas HIV sebelum digunakan untuk kepentingan medis
PERSPEKTIF AGAMA
Semua agama pasti mengajarkan pada hal kebaikan. Indonesia yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, memandang HIV/AIDS adalah sebuah problem besar yang harus terus diperangi. Penanaman nilai-nilai moral dan keagamaan menjadi hal mendasar yang berfungsi sebagai pondasi bagi kehidupan masyarakat. Nilai-nilai moral dan keagamaan inilah yang nantinya dapat menjadi tameng bagi masuknya hal-hal negatif di masyarakat.
Peningkatan keimanan dan jiwa religius terus gencar dilakukan baik di sekolah formal maupun melalui ceramah-ceramah keagamaan. Peran orangtua juga sangat besar dalam membentuk pola kehidupan beragama bagi anak-anaknya.
Mental takut akan Tuhan mestinya harus dipupuk sejak dini, agar setiap tindakan yang akan dilakukan oleh setiap individu senantiasa didasari oleh Tuhan. Hal ini menjadi sangat penting, agar kita tidak terjebak dalam kehidupan negatif seperti freesex, narkoba, minuman keras, kehidupan malam, dsb yang merupakan dosa besar di setiap agama yang tidak membawa kemaslahatan tapi justru musibah bagi mereka yang melakoninya.

PERSPEKTIF PENDIDIKAN
Pentingnya pendidikan dan pengetahuan informasi mendalam tentang HIV/AIDS dan seluk beluknya adalah hal utama lainnya. Hal ini bukan hanya disampaikan di sekolah formal, tapi juga melalui sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh penggiat-penggiat yang concern dengan HIV/AIDS.
Pendidikan dan sosialisasi ini menjadi sangat penting, agar kita mengetahui penyebab dan bahaya dari HIV/AIDS. Dengan pengetahuan dan informasi yang benar (tepat) maka diharapkan kita juga dapat meneruskan informasi ini kepada yang lainnya.
Di jaman yang modern ini, informasi lengkap mengenai HIV/AIDS sudah dapat ditemukan dengan mudah di dunia maya (internet) melalui situs-situs tentang HIV/AIDS. Ini menggembirakan, sebab akan lebih mudah informasi yang benar dan tepat bisa diunduh oleh kita yang mungkin belum berkesempatan untuk mengikuti sosialisasi di dunia nyata. Apalagi media internet juga sudah merambah dan akrab di kehidupan masyarakat saat ini.

PERSPEKTIF KESEHATAN
Upaya pencegahan HIV/AIDS lainnya yang utama adalah dari kacamata kesehatan. Sumbangsih dunia kesehatan terhadap problem yang cukup pelik ini diantaranya dengan mensyiarkan tentang bahaya freesex bagi kesehatan terutama bagi mereka yang gemar berganti-ganti pasangan, memicu penyakit menular seksual serta bahaya mengkonsumsi narkoba terutama melalui jarum suntik yang digunakan bergantian dapat menularkan berbagai penyakit termasuk AIDS.
Sosialisasi dampak freesex dan penggunaan narkoba bagi kesehatan individu juga marak dilakukan. Pada akhirnya akan menjurus pada dampak terinfeksi HIV/AIDS yang hingga saat ini masih belum ditemukan obat yang betul-betul dapat mematikan virus HIV ini.
Dan yang terkini adalah upaya kementerian kesehatan Republik Indonesia yang mulai mencanangkan penggunaan kondom sebagai salah satu cara pengamanan diri dari penularan HIV/AIDS terutama bagi mereka yang rentan terinfeksi.
 
PEKAN KONDOM NASIONAL 2012
Add caption
Seperti kita ketahui, bahwa semakin hari penderita HIV/AIDS semakin meningkat jumlahnya. Banyak sekali penyebabnya, diantaranya adalah kekurangtahuan masyarakat terhadap informasi benar mengenai HIV/AIDS. Hal ini menjadi tugas pemerintah dan mereka yang concern dengan HIV/AIDS untuk terus dipikirkan bagaimana solusinya. Setidaknya, bagaimana untuk meminimalisasikan keadaan ini.
Maka bertepatan dengan peringatan Hari AIDS sedunia (1 Desember), DKT Indonesia bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) kembali menyelenggarakan Pekan Kondom Nasional 2012. Tahun 2012 adalah tahun kelima diadakan Pekan Kondom Nasional ini.
Acara ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat penggunaan kondom dalam hubungan seks beresiko guna melindungi masyarakat dari bahaya penularan HIV/AIDS. Acara digelar sekaligus mensosialisasikan peran kondom dalam upaya pencegahan HIV/AIDS terutama di Indonesia.
Selain acara hiburan, dalam acara ini juga dibagikan kondom secara gratis sekaligus berbagi ilmu bagaimana cara penggunaannya secara benar agar dapat efektif sebagai pengaman ketika berhubungan seks.
Dengan memiliki pengetahuan yang benar tentang kondom, maka diharapkan masyarakat tidak memandang kondom sebagai sesuatu hal yang tabu dan negatif. Masyarakat diajak untuk berpikir positif dalam memaknai kondom, yakni sebagai salah satu pengaman dan pencegah tertularnya HIV/AIDS.
Add caption
Target ke depan adalah bagaimana mengajak masyarakat berperan aktif memerangi HIV/AIDS, dengan salah satunya mensosialisasikan kondom sebagai pengaman diri terhadap penularan HIV/AIDS. Pengetahuan yang benar akan dapat efektif diterima oleh masyarakat, setidaknya mereka akan memiliki frame of thinking bahwa kondom bukanlah sesuatu yang harus dimaknai secara negatif, tapi harus dimaknai secara positif dengan berlaku bijak dalam penggunaan dan pemanfaatannya (tidak disalahgunakan).
Jadi, melalui tulisan ini saya juga mendukung penuh dengan program Pekan Kondom Nasional dan turut mengajak siapa saja untuk ikut bersama-sama memerangi HIV/AIDS, khususnya di Indonesia.

STOP STIGMA NEGATIF KONDOM !
***